Piala Adipura ke 17 yang Diraih Lubuk Pakam Diarak Keliling Kota

LUBUKPAKAM  BNN – Piala Adipura yang diraih Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk Kota Lubuk Pakam dalam kategori Kota Kecil diarak keliling Kamis, (7/3/2024).

Pemerintah Kecamatan Lubuk Pakam menggarak Piala Adipura dari Kantor Bupati Deli Serdang. Ini merupakan Piala Adipura ke 17 yang telah berhasil diraih.

Sebelum diarak terlebih dahulu dilakukan upacara penyerahan piala dari Pemerintah Kabupaten kepada Pemerintah Kecamatan.

Saat itu mewakili Bupati, piala diserahkan Asisten I, Citra Efendy Capah kepada Camat Lubuk Pakam, Syahdin Setia Budi Pane. Piala diarak dengan menggunakan mobil dinas.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada kegiatan arak-arakan ini ratusan tenaga kebersihan kecamatan juga ikut melakukannya.

Mereka menaiki kendaraan-kendaraan yang selama ini dipakai kerja seperti motor becak hingga truk.

Mereka tampak senang karena apa yang mereka kerjakan selama ini punya hasil yang positif.

Setelah diarak Piala Adipura ini dibawa ke gedung Convention Hall Lubuk Pakam. Piala dipamerkan di acara Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (NPSN) tahun 2024.

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, Elinasari Nasution mengatakan arak-arakan yang dilakukan ini merupakan bagian dari rasa kebahagiaan dari mereka.

“Ini Piala Adipura yang untuk kesekian kalinya kita dapatkan. Total sudah 17 kalinya ini kita raih. Kemarin tanggal 5 Maret pialanya diserahkan Wakil Menteri KLHK kepada Pak Bupati,”ujar Elinasari.

Elinasari mengatakan untuk kedepan target Piala Adipura Kencana yang ingin dicapai.

Karena itu harus ada inovasi juga yang harus dilakukan. Disebut Deli Serdang juga sudah memenuhi salah satu indikator untuk bisa meraih Adipura Kencana.

“Kalau Adipura Kencana itu harus 6 kali berturut-turut nggak boleh ada bolong (tidak dapat). Alhamdulillah kita sudah lebih,” kata Elinasari.

Target untuk mendapatkan Adipura Kencana ini sudah bertahun-tahun ingin dicapai Pemkab Deli Serdang.

Namun karena keterbatasan anggaran ada beberapa indikator yang sulit untuk dipenuhi karena juga berkaitan dengan pengeluaran anggaran yang tidak kecil. (bnn 02)

 

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *