Kapolri Mutasi 3 Kapolres dan Irwasda Polda Sumut, Berikut Daftar Nama dan Jabatan


MEDAN  BNN – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi jabatan Irwasda Polda Sumut Kombes Armia Fahmi dan tiga Kapolres di Sumatera Utara.

Mutasi jabatan ini tertulis dalam Surat Telegram Kapolri nomor 2164/IX/KEP/2023 tanggal 26 September 2023 yang ditandatangani oleh ASDM Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Kombes Armia Fahmi, Irwasda Polda Sumut dimutasikan menjadi Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolda) Provinsi Aceh.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Catur Sungkowo diangkat ke jabatan baru menjadi Kabagdalops Roops Polda Sumut.

Jabatan Kapolres Labuhanbatu Selatan diisi oleh AKBP Maringan Simanjuntak, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Bin Opsnal Ditreskrimum Polda Sumut.

Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Habonaran Nainggolan dimutasi ke Yanma Polda Sumut sebagai perwira menengah dalam rangka evaluasi.

Jabatan Kapolres Dairi diisi oleh AKBP Agus Bahari Pramana Artha. Sebelumnya dia menjabat sebagai Danyontar TK II Mentarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri.

Kapolresta Deliserdang Kombes Irsan Sinuhaji, diangkat ke jabatan baru sebagai Kabidbinsis Diklat Reserse Lemdiklat Polri.

Sebagai gantinya, Kapolresta Deliserdang dijabat oleh Kombes Raphael Sandhy Cahya Priambodo, sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Opsnal Dittipid Narkoba Bareskrim Polri.

RESMI Dicopot, AKBP Reinhard Nainggolan di Mutasi ke Yanma, AKBP Agus Jadi Kapolres Dairi yang Baru

AKBP Reinhard Habonaran Nainggolan resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Dairi, Selasa (26/9/2023).

Hal tersebut di benarkan oleh Kasi Humas Polres Dairi, Iptu Doni Saleh saat di konfirmasi Tribun Medan.

“Iya benar, ” ucap Doni Saleh.

Adapun pengganti AKBP Reinhard Nainggolan sebagai Kapolres Dairi yakni AKBP Agus Bahari Parama Artha, yang sebelumnya menjabat sebagai Danyontar TK II Mentarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri.

Sementara AKBP Reinhard Nainggolan di mutasi ke Pamen Yanma Polri dalam rangka evaluasi jabatan.

 

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi resmi menonaktifkan jabatan Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan.

Agung menyebut, jabatan Kapolres Dairi sempat diemban sementara oleh AKBP Ronny Nicolas Sidabutar.

Penempatan AKBP Ronny agar pelayanan dan operasional tetap berlangsung.

“Untuk menjamin pelaksanaan tugas pemeliharaan Kamtibnas dan melayani masyarakat, mulai hari ini saya menugaskan AKBP Rony Nicolas untuk sementara memimpin jalannya kegiatan operasional dan pembinaan di Polres Dairi,” kata Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi, dalam keterangan persnya melalui akun Instagram resmi Polda Sumut, Kamis (31/8/2023) lalu.

Kata Agung, pencopotan sementara ini berlangsung karena AKBP Reinhard masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak buahnya di Polres Dairi.

Dia tidak menjelaskan apakah AKBP Reinhard ditempatkan ke dalam penempatan khusus (Patsus) atau tidak.

“Terkait kejadian di Polres Dairi. Hari ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap terhadap AKBP RHN.”

Diketahui, Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Habonaran Nainggolan gebuki anggota hingga opname.

Adapun dua personel yang digebuki Kapolres Dairi yakni Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang.

Punya Harta Rp 5 Miliar, Kapolres Dairi AKBP Reinhard Jadi Sorotan karena Pukuli Anak Buah Sampai Opname di Rumah Sakit

Polda Sumut menyatakan Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan tidak dikurung atau penempatan khusus (Patsus) meski diduga telah menganiaya anak buahnya.

Dia masih menjalani pemeriksaan intensif buntut viral gebuki anak buahnya Bripka David dan Bripka Hendrik Simatupang.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan Kapolres Nias Selatan itu masih berproses di Bid Propam.

Propam juga sedang mengumpulkan bukti dan meminta keterangan para saksi maupun korban.

“Semua masih berproses. Kita tunggu. Kapolresnya sudah dimintai keterangan oleh Propam dan Propam juga memeriksa, mendapatkan keterangan dari yang lain.Yang bersangkutan masih di Polda. Tidak (dipatsus),”kata Kombes Hadi.

 

Diketahui, dari data Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, yang dilihat, harta kekayaan yang dilaporkan Kapolres Dairi AKBP Reinhard H Nainggolan mencapai Rp 5 miliar.

Dia memiliki tanah dan bangunan di Kota Medan serta harta bergerak lainnya seperti mobil.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Habonaran Nainggolan gebuki anggota hingga opname.

Adapun dua personel yang digebuki Kapolres Dairi yakni Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang.

Keduanya merupakan anggota Sat Intelkam Polres Dairi.

Menurut Bripka David Sitompul saat ditemui di rumah sakit, peristiwa penganiayaan terhadap dirinya dan Hendrik bermula saat mereka mendadak dibariskan Kapolres Dairi sekira pukul 05.00 WIB.

“Pas lagi kebersihan, kami dikumpulkan Kapolres Dairi. Tiba-tiba manggil personel Aipda Beni Marbun,” kata David, Senin (28/8/2023).

Setelah memanggil Aipda Beni Marbun, Kapolres Dairi mulai menampari anggotanya itu.

Lalu, tamparan berlanjut ke anggota lainnya.

David bertanya apa kesalahannya, hingga ikut ditampar.

“Pas giliran setelah saya ditampar, saya tanya ‘apa salah kami komandan’. Lalu Pak Nainggolan (Kapolres Dairi) tidak terima dan langsung mau memukul saya,” kata David.

Selanjutnya, David kemudian dibawa ke ruang Propam.

Di sana, Kapolres Dairi mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke tubuh David, hingga dia tersungkur.

Karena dianiaya, David kemudian dirawat di RSUD Sidikalang.

“Saya dijambak, kening saya dipukul. Lalu pipi saya ditampar dua kali kanan dan kiri,” kata David.

Pasca dianiaya, David yang menderita saraf kejepit langsung drop.

Dirinya pun sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh pimpinannya tersebut.

Pasalnya, selama 17 tahun David bertugas di Polres Dairi, baru kali ini ia dihajar saat bertanya apa salahnya kepada pimpinannya.

“Saya saat ini sudah 17 tahun bertugas di Polres Dairi tidak pernah seperti ini tindakan yang diambil ketika anggota bertanya,” katanya.

Rekaman CCTV Bongkar Keberingasan Kapolres Dairi

Beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan Kapolres Dairi melakukan pemukulan terhadap anggotanya di lapangan Mapolres Dairi.

Dari rekaman yang dilihat Tribun Medan, kejadian tersebut terjadi pada Senin (28/8/2023) sekitar pukul 04.08 WIB.

Terlihat beberapa personel dibariskan di lapangan.

Tak lama kemudian, terlihat Bripka David Sitompul ditarik oleh beberapa personel yang mengenakan topi baret berwarna biru.

Kemudian disusul oleh Kapolres Dairi yang mengenakan pakaian singlet berwarna biru dan celana pendek.

Setelah tarik menarik terjadi, Bripka David Sitompul kemudian memasuki barisan bersama personel Polantas.

Kemudian Bripka David Sitompul kembali terlihat ditarik oleh petugas Propam disusul dengan Kapolres Dairi yang melayangkan tangan sebelah kanannya ke arah wajah Bripka David.

Menurut penuturan Bripka David Sitompul, saat kejadian pemukulan tersebutlah ia mempertanyakan apa salahnya sehingga ditampar oleh Kapolres Dairi.

“Setelah saya tanyakan apa salah saya, disitu lah saya ditarik Provost, ” ujar David.

Bahkan ia sempat dipegang oleh beberapa personel dimana saat itu ia sedang di pukul oleh Kapolres Dairi.

“Beberapa personel pun ikut memegang saya mas,” katanya.

Tak hanya itu, Bripka David Sitompul kemudian dibawa ke ruangan Propam dan kembali dilakukan pemukulan oleh Kapolres Dairi.

Ini Alasan Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan belum Sampaikan Maaf pada 2 Anggota yang Digebuki

Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan akhirnya buka suara terkait alasan dirinya sampai saat ini belum menyampaikan permohonan maaf kepada kedua personil yang saat ini masih dirawat di RSUD Sidikalang.

Melalui Kasi Humas Polres Dairi, Iptu Doni Saleh mengatakan alasan AKBP Reinhard belum menyampaikan permohonan maaf karena perwira melati dua itu langsung di panggil ke Polda Sumut.

“Alasan pak Kapolres belum menyampaikan permohonan maaf karena beliau langsung memenuhi panggilan ke Polda Sumut, ” kata Donni kepada wartawan  Selasa (29/8/2023).

Donni menyebut, Kapolres Dairi langsung berangkat ke Polda Sumut seusai menjenguk kedua personilnya dan menggelar konferensi pers di lobi Mapolres Dairi.

“Setelah melakukan konferensi pers kemarin, pak Kapolres langsung berangkat ke Polda Sumut, ” katanya.

Sampai saat ini, AKBP Reinhard masih berada di Kota Medan untuk menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sumut.

“Sampai saat ini Kapolres masih berada di Polda Sumut, ” kata Doni Saleh

Sebelumnya diberitakan, Bripka David Sitompul menyebut bahwa sampai saat ini Kapolres Dairi belum menyampaikan permohonan maaf kepada dirinya dan Bripka Hendrik Simatupang usai melakukan pemukulan.

“Sampai saat ini belum ada sampaikan permohonan maaf kepada kami, ” kata Bripka David Sitompul kepada Tribun Medan, Selasa (29/8/2023).

David mengatakan, AKBP Reinhard sempat menjenguk dirinya dan Bripka Hendrik Simatupang, namun hanya menyuruh agar cepat sembuh.

“Yang dikatakan kepada kami hanya lekas sembuh, ” katanya.

Bahkan, saat mengunjungi Bripka David, Kapolres Dairi menyebut akan menanggung biaya pengobatan.

Namun tawaran Kapolres Dairi tersebut ditolak oleh pihak keluarga.

“Setelah dikatakan pak Kapolres semalam, segala semua biaya yang keluar dari rumah sakit ditanggung, kami berembug bersama keluarga ‘tidak usah pak, terima kasih biar aja kami yang membayar segala (biaya) yang ada di rumah sakit, ” katanya.

Bahkan, apabila Kapolres meminta maaf kepada dirinya, Bripka David menolak karena sudah terlambat untuk meminta maaf.

“Kalau untuk minta maaf, saya rasa sudah terlambat lah,” kata David.

Bripka David dan Hendrik Ogah Terima Permintaan Maaf Kapolres Dairi : Sudah Terlambat

Usai mengalami penganiayaan hingga masuk rumah sakit, Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang menolak mentah – mentah bantuan biaya pengobatan dari Kapolres Dairi

Pasalnya, Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Nainggolan sampai saat ini belum menyampaikan permohonan maaf kepada keduanya.

Bripka David mengatakan, AKBP Reinhard memang sempat menjenguk dirinya dan Bripka Hendrik Simatupang, namun hanya menyuruh agar cepat sembuh.

Bahkan, saat mengunjungi Bripka David, Kapolres Dairi menyebut akan menanggung biaya pengobatan namun ditolak oleh pihak keluarga.

Bahkan, apabila Kapolres meminta maaf kepada dirinya, Bripka David menolak karena sudah terlambat untuk meminta maaf.

David mengatakan dirinya akan segera menjalani pemeriksaan CT Scan di Kota Medan.

Kondisi Terkini Dua Personel Polisi yang Dipukul Kapolres Dairi hingga Masuk Rumah Sakit

Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang masih menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang.

Kepada Wartawan David Sitompul mengatakan saat ini kondisi dirinya masih dalam keadaan pusing akibat pukulan yang dilayangkan oleh Kapolres Dairi, tepatnya di bagian kepala.

“Masih pusing kepala, Bang, ” ujar David.

Bahkan untuk pergi ke kamar mandi pun David harus digotong oleh sang istri agar tidak terjatuh.

Saat ini, Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang sedang dirawat di ruangan yang sama.

Terlihat sanak keluarga masih berkunjung untuk memberikan dukungan kepada kedua personel dan istri.

Terlihat juga, istri dari Bripka Hendrik Simatupang menangis saat ditenangkan oleh rekan-rekannya yang berasal dari puskesmas tempat istrinya bekerja.

Rencananya, Bripka Hendrik Simatupang dan Bripka David Sitompul akan menjalani pemeriksaan CT Scanning di Kota Medan untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

“Rencananya besok mau periksa CT Scanning di Medan, ” katanya.

Diberitakan sebelumnya, 2 anggota Personel Polres Dairi harus menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang akibat terkena pukulan oleh pimpinannya sendiri, Senin (28/8/2023).

Kedua personel tersebut yakni Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang yang berasal dari satuan Intelkam Polres Dairi.

Kepada wartawan, Bripka David Sitompul menceritakan kronologi kejadian pemukulan tersebut berawal saat ia bersama personel lainnya dibariskan untuk ditampar oleh Kapolres Dairi sekitar pukul 05.00 WIB subuh.

“Pas lagi kebersihan, dikumpulkan Kapolres Dairi. Jadi tiba-tiba memanggil personel Aipda Beni Marbun mempertanyakan kenapa menjawab seperti itu. Lalu kami ditampari semua, ” ujar David yang masih dalam kondisi lemas.

Tiba saatnya David yang akan ditampar, ia kemudian mempertanyakan apa salahnya sehingga ditampar oleh Kapolres Dairi.

“Pas giliran setelah saya ditampar, saya tanya apa salah kami komandan . Lalu pak Nainggolan (Kapolres Dairi) tidak terima dan langsung mau memukul saya,” kata David.

David pun kemudian dibawa ke ruangan Propam untuk diamankan sementara.

Tak sampai di situ, Kapolres Dairi kemudian mendatangi ruangan Propam dan kembali menghajar David hingga akhirnya dirawat di RSUD Sidikalang.

“Saya diamankan Kasi Propam ke ruangan Provost. Lalu kapolres pun masuk lagi ke ruangan (Provost). Di situ saya di jambak, kepala saya di kening dipukul, lalu pipi saya ditampar dua kali di kiri dan di kanan, ” ujar David.

Akibat dari kejadian itu, David yang saat ini sedang sakit saraf kejepit langsung drop dan dilarikan ke RSUD Sidikalang.

Ia pun sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh pimpinannya tersebut. Pasalnya, selama 17 tahun David bertugas di Polres Dairi, baru kali ini dihajar saat bertanya apa salahnya kepada pimpinannya.

“Saya saat ini sudah 17 tahun bertugas di Polres Dairi tidak pernah seperti ini tindakan yang diambil ketika anggota bertanya, ” katanya.

AKBP Reinhard Nainggolan Bantah Lakukan Penganiayaan

AKBP Reinhard Bantah Lakukan Pemukulan kepada 2 Anggotanya, Sebut hanya Tindakan Disiplin

Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan akhirnya angkat bicara terkait kasus pemukulan dirinya kepada dua personil Intelkam Polres Dairi.

Diruangan lobi, Reinhard menceritakan kejadian tersebut bermula saat dirinya memanggil para petugas yang piket melalui siaran Handy Talky (HT).

“Terkait kejadian semalam, yang mana 04.00 WIB saya cek personil tidak di tempat, yang mana atas nama Bripka AT yang tidak melaksanakan piket. Kemudian saya mengecek, dan seharusnya tugas itu bukan cuma saya. Tapi rekan rekan saya semuanya disini. Sebelum saya mengambil tindakan itu, saya apel dulu semua yang piket. Termasuk para kasat, ” kata Reinhard.

“Setelah itu, setelah berkumpul semuanya, saya sampaikan saya panggil kalian 03.00 WIB (HT). Namun enggak ada yang jawab. Jam 04.00 WIB saya panggil lagi enggak ada yang jawab,” katanya.

AKBP Reinhard pun kemudian melakukan apel pergantian petugas piket, dan langsung membariskan para personil yang tidak ia panggil melalui HT.

“Saya apelkan mereka, lalu saya tanya kenapa tidak ada yang menjawab. Jangan sampai terjadi seperti yang kemarin , jam 04.00 WIB saya bunyikan lonceng, ternyata satu orang hilang. Kalau yang hilang tersebut kemana – mana, gimana? siapa yang mau tanggung jawab. Makanya saya mengambil tindakan disiplin, ” katanya.

Pada saat giliran David Sitompul, David kemudian bertanya apa salah dirinya dan Reinhard mengaku sudah memberitahu apa salahnya.

“Pada saat saya melakukan tindakan disiplin, yang bersangkutan menyampaikan salah saya apa pak. Salah mu, HT mu itu saya panggil tidak menjawab. Kita cek lah. Kita panggil Citra 1, hidup HT nya. Jadi jangan bilang, salah saya apa pak. Lah saya panggil kamu , kamu enggak jawab. Itu lah klarifikasi dari saya. Jadi jangan tanya salah saya apa, ” katanya.

Reinhard pun menegaskan tidak ada melakukan pemukulan terhadap tubuh bagian badan saat memberikan hukuman kepada anggotanya. Dirinya pun sempat menanyakan kepada salah seorang personil yang turut menjadi saksi dari kejadian pagi hari itu.

“Tindakan disiplin saya tidak ada hubungannya ke badan. Ada gak disini yang menyaksikan, ada gak saya memukul di bagian badan? Jujur jujur aja kita,” tanya Reinhard kepada anggotanya.

“Siap tidak ada komandan, ” jawab personil yang menjadi menyaksikan kejadian itu.

“Mungkin yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit. Saya sampaikan, kamu jangan seperti itu jangan melawan. Saya sampaikan dengan sopan kok, yok kita ke ruangan provost dulu, ” kata Reinhard.

Reinhard pun mengaku di ruangan Provost tersebut dirinya berbicara baik – baik kepada personilnya untuk tidak melawan terhadap perintahnya.

“Katanya di ruangan provost di pukuli, enggak ada. Saya bilang sama dia, kalau kau sudah melanggar perintah saya, internal saya, ” katanya.

Dirinya pun menyebut aksi tersebut sudah di atur dalam Undang – Undang nomor 2 tahun 2002 tentang disiplin Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“itu ada Undang – Undangnya nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara republik Indonesia tentang disiplin Polri. Ada peraturannya, ” katanya.

Dirinya pun berharap kejadian tersebut tidak menimbulkan berita hoax di kalangan masyarakat, dan memerintahkan Kasat Reskrim untuk bertindak apabila beredar berita hoax.

“Saya sangat senang di kritik, saya sangat senang masukan yang membangun. Makanya saya mengundang agar menjadi clear agar tidak hoax. Kalau hoax pak kasat reskrim, mainkan, ” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, 2 anggota Personil Polres Dairi harus menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang akibat terkena pukul oleh pimpinannya sendiri, Senin (28/8/2023).

Kedua personil tersebut yakni Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang yang berasal dari satuan Intelkam Polres Dairi.

Kepada wartawan, Bripka David Sitompul menceritakan kronologi kejadian pemukulan tersebut berawal dari dirinya bersama personil lainnya di bariskan untuk di tampar oleh Kapolres Dairi sekitar pukul 05.00 WIB subuh.

“Pas lagi kebersihan, di kumpulkan Kapolres Dairi. Jadi tiba – tiba memanggil personil Aipda Beni Marbun mempertanyakan kenapa menjawab seperti itu. Lalu kami di tampari semua, ” Ujar David yang dalam kondisi lemas.

Tiba saatnya David yang akan ditampar, dirinya kemudian mempertanyakan apa salah dirinya, sehingga di tampar oleh Kapolres Dairi.

“Pas giliran setelah saya di tampar, saya tanya ‘apa salah kami komandan’ . Lalu pak Nainggolan (Kapolres Dairi) tidak terima dan langsung mau memukul saya,” Jelas David.

David pun kemudian di bawa ke ruangan Propam untuk diamankan sementara.

Tak sampai disitu, Kapolres Dairi kemudian mendatangi ruangan Propam dan kembali menghajar David yang hingga akhirnya di rawat di RSUD Sidikalang.

“Saya di amankan Kasi Propam ke ruangan Provost. Lalu kapolres pun masuk lagi ke ruangan (Provost). Disitu saya di jambak, kepala saya di kening di pukul, lalu pipi saya di tampar dua kali di kiri dan di kanan, ” Ungkap David.

Akibat dari kejadian itu, David yang saat ini sedang sakit saraf kejepit, langsung drop dan dilarikan ke RSUD Sidikalang.

Dirinya pun sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh pimpinannya tersebut. Pasalnya, selama 17 tahun David bertugas di Polres Dairi, baru kali ini di hajar saat bertanya apa salahnya kepada pimpinannya.

“Saya saat ini sudah 17 tahun bertugas di Polres Dairi tidak pernah seperti ini tindakan yang di ambil ketika anggota bertanya, ” katanya.

(bnn05)

 

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *