PENAMPAKAN Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Terlibat Suap Jabatan Perangkat Desa


Jateng bnn – Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/7/2026).

Setelah diperiksa intensif di Polres Kudus, Bupati Sudewo digelandang ke Gedung KPK di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa (20/7/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, OTT terhadap politikus Partai Gerindra tersebut berkaitan dengan praktik suap pengisian jabatan perangkat desa.

Transaksi suap tersebut diduga melibatkan sejumlah pihak demi menduduki posisi strategis di struktur pemerintahan desa.

“(Dugaan suap) terkait pengisian kaur (kepala urusan), kasi (kepala seksi), ataupun sekdes (sekretaris desa),” kata Budi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Budi mengatakan, dalam OTT KPK tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai miliaran rupiah.

“Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah senilai miliaran rupiah,” ujarnya.

Kendati demikian, Budi belum mengungkap jumlah uang yang penyidik sita.

Menurut Budi, selain Sudewo, camat hingga kepala desa (kades) juga turut ditangkap dalam OTT KPK di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

“Satu bupati, dua camat, tiga kepala desa, serta dua calon perangkat desa,” katanya.

Mereka terjaring OTT atas kasus dugaan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah desa.

“Jadi setiap jabatan itu ada nilainya juga, nilainya yang dipatok,” tukas Budi.

OTT KPK - Bupati Pati Sudewo tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026). KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah turun dari mobil tim lembaga antirasuah sekitar pukul 10.35 WIB, Sudewo berjalan menuju ruang pemeriksaan. (Tribunnews/Jeprima)
OTT KPK – Bupati Pati Sudewo tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026). KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah turun dari mobil tim lembaga antirasuah sekitar pukul 10.35 WIB, Sudewo berjalan menuju ruang pemeriksaan. 

Dibawa ke Jakarta Bersama 7 Orang Lainnya

Setelah sempat menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus, Jawa Tengah, Sudewo hari ini, Selasa (20/1/2026), langsung diterbangkan ke Jakarta.

Dalam penerbangan komersial yang berangkat sekitar pukul 08.00 WIB tersebut, KPK tidak hanya membawa Sudewo.

Total terdapat delapan orang yang digelandang ke markas lembaga antirasuah itu.

Selain kepala daerah, KPK mengungkap adanya peran pengepul dalam skema dugaan suap ini.

Ia didampingi oleh Risma Ardhi Chandra sebagai Wakil Bupati.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Pati, Sudewo sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar pada 2002, namun ia gagal terpilih.

Kontroversi Naikkan PBB 250 persen dan Tantang Masyarakat

Bupati Sudewo pernah jadi sorotan publik setelah menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Kebijakan ini menuai reaksi keras dari masyarakat Kabupaten Pati.

Warga yang merasa tercekik dengan kenaikan 250 persen itu mengancam akan melakukan demo besar-besaran di depan Kantor Bupati.

Namun, Sudewo bergeming. Ia bersikukuh memberlakukan tarif PBB 250 persen di wilayah Kabupaten Pati.

Ia bahkan menantang masyarakat mengerahkan lebih banyak orang jika ingin berdemo menentang kebijakannya.

Namun akhirnya Sudewo menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang membuat warga Pati marah. (bnn 05)

 

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *