LUBUK PAKAM bnn – Pro kontra kini terjadi setelah adanya kebijakan khusus dari Bupati Deliserdang yang melarang ada parkir berbayar di area Pasar Bakaran Batu Lubuk Pakam. Saat ini Dinas Perhubungan pun sudah memasang spanduk terkait hal tersebut.
Sebagian warga mengaku senang dengan kebijakan itu karena tidak perlu ada biaya tambahan namun ada juga yang merasa kurang nyaman saat meninggalkan kendaraannya dan tidak ada yang menjaga.
Pantauan Tribun Medan sejak parkir gratis di area ini, pegawai Dinas Perhubungan pun disiagakan di sekitar lokasi. Mereka sudah datang sejak subuh. Untuk lebih aman, pintu gerbang area samping kini ditutup. Jika biasanya bisa masuk dari Jalan Bidan kini semua akses masuk dan keluar hanya dari Jalan Bakaran Batu.
Salah satu warga Lubuk Pakam, B Sidik Tampubolon mengaku secara pribadi lebih senang ada parkir berbayar asal tarifnya tidak lebih dari Rp 2.000 untuk satu kendaraan khususnya sepeda motor. Dengan adanya petugas parkir ia merasa lebih nyaman berbelanja karena bisa berkeliling.
“Aku sih nggak masalah kalau cuma bayar 2.000 yang penting sepeda motorku aman. Taulah sekarang 5 detik aja bisa motor hilang pakai kunci T dibuat maling. Gara-gara nggak mau bayar 2 ribu jadi hilang sepeda motor kita, kan bodoh namanya. Itu kalau saya pribadi ya,” ujar Tampubolon, Kamis (29/1/2026).
Ia memaklumi kalau ada orang yang protes dengan tarif parkir. Disebutnya, tak tepat rasanya dikenakan pada warga yang datang hanya mencari 1 item saja di pasar lantas dikenakan biaya parkir.
“Kalau yang datang cuma mau beli ikannya sudah kena parkir ya memang kasianlah. Paling 5 menitnya sudah kena parkir, kalau seperti itu ya memang kasian. Tapi kalau lama di pasar tapi kena parkir kan wajar. Daripada barangnya hilang atau sepeda motornya hilang kan bagus bayar,” katanya.
Masalah parkir di Pasar Bakaran Batu ini masih terus jadi pembicaraan masyarakat. Hal ini terjadi setelah video Bupati dr Asri Ludin Tambunan viral di media sosial. Saat itu ia memaki-maki Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Hendra Siregar karena saat meninjau lokasi ia menemukan ada petugas yang meminta uang parkir kepada masyarakat.
Saat diwawancarai Hendra membenarkan kalau saat ini tidak ada lagi parkir bayar di area pasar. Setelah kejadian dirinya dimaki-maki Bupati, parkir bayar langsung dihentikan. Meski ada dasar hukumnya melakukan pengutipan parkir di area pasar ini, namun kini diberhentikan sementara menunggu petunjuk Bupati selanjutnya.
“Nggak ada petugas parkir lagi memang. Kalau hilang tanggungjawab pemiliknya masing-masing makanya kita sarankan bawa kunci ganda,” ucap Hendra.
Soal dirinya yang dimaki-maki Bupati dan viral di media sosial, Hendra pun tidak mau berkomentar banyak. Ia mengaku siap menerima apa pun perintah pimpinan. Ia menyebut hal yang biasa jika pimpinan marah kepada anggota.
Hendra tercatat 2 kali sebagai camat. Pertama ia pernah ditugaskan sebagai Camat Gunung Meriah. Dari sana ia pun ditugaskan sebagai Camat Deli Tua. Sebelum bertugas di Dinas Perhubungan Hendra juga pernah menjabat eselon III di Dinas Perpustakaan dan Arsip.(bnn 02)


No comment